Dalami Seni dan Budaya Minang Bawa Anak Muda Minang ini Keliling Eropa

Rezy Saputra saat di Croatia (Foto: Ist.)

Padangkita.com – Seni dan budaya yang dimiliki oleh Ranah Minang tidak kalah bersaing dengan budaya yang ada di luar negeri sana. Namun sayangnya, banyak dari generasi muda Minang yang belum mau peduli dan terlibat dalam pengembangan seni dan budaya tradisional yang dimiliki tersebut.

Salah satu anak muda Minang yang mau ikut serta menjaga dan mengembangkan seni dan tradisi Minangkabau adalah Rezy Saputra. Berkat mendalami seni dan tradisi Minang tersebut, pemuda berusia 21 tahun tersebut telah melanglang buana ke berbagai negara di Eropa.

Pertengahan Juli lalu, Rezy Saputra kembali menginjakkan kakinya di tanah Eropa, tepatnya Kroasia. Ia bersama perwakilan Sumbar Talenta Organization lainnya menampilkan kesenian tradisional minangkabau pada ajang pertunjukan kesenian rakyat The 51st International Folklore Festival. Pada festival ini, Rezy berpartisipasi dalam penampilan tari tradisi dan lagu minang.

Dirinya menjelaskan bahwa Sumatera Barat merupakan satu-satunya negara Asia yang tampil dalam kegiatan tersebut dan hal ini merupakan penghargaan tersendiri bagi Ranah Minang.

“Kita (Sumbar) menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari Asia,” jelasnya, Selasa (14/11/2017).

Ini bukan kali pertama Rezy pernah mempertunjukkan kesenian minangkabau di kancah internasional bersama dengan Sumbar Talenta. Sebelumnya, Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Padang ini juga pernah tampil pada acara Tong-tong Fair 2016 di Belanda.

Hal ini membuatnya bangga karena seni, tradisi dan budaya Minangkabau dapat diterima oleh sejumlah negara di eropa.

“Awalnya saya nggak percaya bisa tampil di negeri orang,” ungkapnya kepada padangkita.com.

Saat menceritakan pengalamannya ketika tampil di Belanda, Rezy mengatakan bahwa masyarakat di sana sangat menikmati dan excited menyaksikan penampilan kesenian tradisional minang, terutama tari Piring. Selain banyak warga negara Indonesia yang berada di sana, orang Belanda juga sudah familiar dengan Indonesia.

Begitu pun saat tampil di Kroasia. Membawakan kesenian yang benar-benar tradisional dan berbeda dari kesenian mereka membuat penonton di sana juga sangat tertarik menyaksikan pertunjukan.

“Di sana kami menampilkan tari indang, tari piring, tari pasambahan, dan juga membawakan lagu minang,” imbuhnya.

Kesempatan ini berawal dari keikutsertaan Rezy pada audisi Sumbar Talenta di Padang tahun 2015. Saat itu, ia lolos hingga tahap grand final dan bergabung menjadi anggota Sumbar Talenta Organization serta aktif bergiat di sana.

Di tempat inilah Rezy belajar dan mengasah bakat. “Awalnya kemampuan dasar saya menyanyi. Tapi di sini saya juga belajar menari,” ujarnya.

Laki-laki kelahiran Koto Tuo ini sudah suka bernyanyi semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia juga sering mengikuti berbagai macam lomba.

Selain itu, Rezy pernah menjadi Uda Berbakat Tanah Datar 2015, Duta Wisata dan Budaya Kepulauan Mentawai 2016, dan Duta Integritas Sumatera Barat 2017. Di kampus, ia juga berperan sebagai anggota Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan. Dengan aktif dalam berbagai kegiatan tersebut Rezy ingin belajar menghadapi dan bersosialisasi dengan berbagai tipe orang.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memiliki integritas, terutama sikap jujur, bertanggung jawab, dan konsisten. Apabila tiga poin ini sudah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, menurut Rezy, berbagai urusan yang dilakukan akan lancar. “Itu adalah poin terpenting,” tutupnya.

BAGIKAN