Cuaca Ekstrem, Pemkab Pessel Minta Masyarakat Waspada

Tim SAR Polda Sumbar mengevakuasi warga yang terkena banjir (Foto; Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) meminta masyarakat untuk waspada dan siaga terkait musibah bencana alam yang sering terjadi. Dalam beberapa hari ke depan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) menyatakan potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi di sejulamlah wilayah di Sumatera Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel Prinurdin mengingatkan kondisi cuaca buruk dan tingginya intensitas huja di Sumatera Barat harus diwaspadai oleh masyarakat. Hal ini sebagai salah satu upaya menghindari ancaman musibah yang dapat menimbulkan korban jiwa dari masyarakat.

“Masyarakat Pessel diharapkan kewaspadaannya terkait buruknya cuaca dan tinggi curah hujan, agar tidak ada korban jiwa jika terjadi bencana,” katanya dikutip dari humas, Senin (04/12/2017).

Menurutnya, tingginya instesitas hujan yang terjadi satu minggu terakhir membuat ribuan rumah masyarakat di berbagai daerah terendam banjir. Selain itu pun beberapa titik pada ruas jalan nasional, jalan provinsi maupun kabupaten terjadi longsor. Salah satu longsor tersebut terjadi di kenagarian Duku kecamatan Koto XI Tarusan.

“Longsor tersebut membuat ruas jalan nasional amblas dengan kondisi memprihatinkan,” katanya.

Selain itu, musibah banjir yang terjadi juga lalulintas menjadi terganggu. Kondisi ini membuat para pengemudi kendaraan terpaksa antri panjang dalam waktu yang cukup lama.

BPBD Pessel juga mengimbau masyarakat yang bermukim dekat aliran sungai dan daerah kaki perbukitan, ketika cuaca buruk diharapkan agar menghindar ke daerah yang dianggap aman. Hal tersebut guna mengantisipasi ancaman banjir maupun longsor serta air bah yang mungkin saja terjadi.

Sementara itu, Bupati Pessel Hendrajoni juga mengingatkan masyarakat, dalam kondisi cuaca ekstrim saat ini sering terjadi berbagai bencana alam. Ada pun potensi bencana yang kemungkinan terjadi adalah bencana alam angin puting beliung.

Menurutnya, kondisi ini dapat menimbulkan banyak pohon besar yang berada dekat rumah dan daerah lingkungan pemukiman padat penduduk tumbang. “Seharusnya pohon besar yang membahayakan tersebut ditebang, guna agar terhindar dari ancaman bahaya yang mengancam keselamatan,” katanya.

Baca juga:
Edarkan Sabu, Mantan Aktivis Anti Narkoba Sumbar Ditangkap