Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Padang Pariaman Berhenti Melaut

Nelayan menambatkan perahunya di tepi pantai Kawasan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman karena cuaca buruk, Sabtu (2/12/2017). (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com – Ratusan nelayan di Kabupaten Padang Pariaman takut melaut akibat badai dan hujan lebat yang melanda kawasan Samudera Indonesia. Cuaca buruk sudah berlangsung selama dua minggu dan semakin memuncak dalam tiga hari belakangan.

Perahu nelayan tradisional di Kawasan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman hanya ditambatkan di bibir pantai dalam seminggu terakhir. Hal serupa juga dialami oleh ratusan nelayan lainnya di sepanjang Pantai Barat.

Salah seorang nelayan, Nursam, mengatakan sejumlah nelayan tetap nekat melaut. Persedian uang simpanan mereka semakin menipis, sementara kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi.

“Untuk meminimalisir risiko, mereka hanya menangkap ikan (di tepian), tidak jauh ke tengah,” ujar Nursam, Sabtu (2/12/2017).

Sementara itu, nelayan lainnya memanfaatkan waktu kosongnya untuk memperbaiki alat tangkap. Ada juga yang mencari kerja serabutan sementara untuk menafkahi keluarga. Para nelayan berharap cuaca buruk bisa berakhir sehingga mereka bisa kembali melaut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Sumatera Barat dalam prakiraan cuaca pada 30 November–2 Desember 2017 secara umum mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang-lebat di sejumlah wilayah di Sumbar. Hujan tersebut juga dapat disertai dengan petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang akan menerpa sebagian wilayah perairan di provinsi tersebut. Berdasarkan prakiraan kondisi cuaca maritim untuk 2 Desember 2017 pukul 19.00 WIB–3 Desember 2017 pukul 07.00 WIB, daerah perairan Pesisir Barat Kabupaten Pasaman Barat hingga Pesisir Barat Kabupaten Pesisir Selatan berpotensi dilanda gelombang setinggi 0,50–2,10 meter. Gelombang setinggi 0,60–2 ,20 meter juga berpotensi melanda daerah perairan Pesisir Barat Bengkulu.

Gelombang dengan status waspada setinggi 1,10 – 2,40 meter diperkirakan akan melanda daerah perairan barat Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Selatan, dan Pulau Enggano. Status waspada gelombang dengan tinggi 1,10–2.50 Meter juga berlaku untuk daerah Samudra Hindia Barat, Kepulauan Mentawai hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu.

BMKG juga merilis prakiraan pasang surut 2 Desember 2017 pukul 19.00 WIB–3 Desember 2017 pukul 07.00 WIB. Pasang dengan ketinggian 1,1 meter diperkirakan akan terjadi pada 3 Desember 2017 pukul 05.00–06.00 WIB. Sementara itu, surut dengan ketinggian 0.3 meter diperkirakan berlangsung pada2 Desember 2017 pukul 23.00–00.30 WIB.

“Selamat beraktivitas. Tetap menjaga kewaspadaan dan berhati-hati,” ujar Syafrizal, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Telukbayur, Sabtu (2/12/2017).