Chairil Anwar Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

Parade Puisi Chairil Anwar (Foto : ist)

Padangkita.com – Forum Inisiator Chairil Anwar Menuju Pahlawan Nasional menggelar beragam kegiatan dalam rangka rencana pengusulan penulis puisi “Si Binantang Jalang” tersebut menjadi pahlawan nasional.

Rencana pengusulan Chairil Anwar menjadi pahlawan nasional, terus bergulir dan mendapat sambutan yang kuat dari publik.

Wakil Forum, Iyut Fitra mengatakan kegiatan yang dilakukan kali ini adalah parade pembacaan puisi, diskusi publik dan pemutan film dokumenter.

“Acara ini digelar untuk menyukseskan Parade Puisi Chairil yang dihelat Forum Inisiator Chairil Anwar Menuju Pahlawan Nasional,” katanya, di halaman rumah gadang Chairil Anwar, di Parik Dalam, Nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, JUmat (28/04/2017).

Iyut Fitra juga menambahkan parade Puisi ini dimulai dengan kegiatan diskusi publik dengan tajuk “Chairil Anwar di Antara Pemuda Pergerakan Kemerdekaan”.

Ratusan pengagum Chairil dari kota dan kabupaten di Sumbar, Riau hingga Sumut, memadati halaman rumah gadang sang pujangga itu, di Parik Dalam, Nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota.

Kegiatan ini diawali dengan musik tradisi gugus II Taeh Baruah dengan judul “Mandapek”.

Selain diisi dengan penampilan dan pembacaan puisi oleh sederet budayawan, sastrawan serta utusan komunitas sastra di Sumatera Barat, acara juga menampilkan puisi pelajar di Limapuluh Kota.

“Sampai nanti malam, ada kegiatan penampilan puisi, pemutaran film dokumenter dan sirompak Taeh,” ujar Iyut Fitra.

Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai “Si Binatang Jalang” (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia.

Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 sekaligus puisi modern Indonesia.

Chairil Anwar merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai bupati Inderagiri, Riau. Ia masih punya pertalian keluarga dengan Soetan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.

Baca juga:
Saldi Isra Berpeluang Gantikan Posisi Patrialis Akbar Jadi Hakim MK