CEO Bukalapak: Penolakan Hal yang Lumrah dalam Memulai Bisnis

CEO Bukalapak, Achmad Zaky (baju hitam) dan Anwar Fuadi. (Foto: KSP)

Padangkita.com – Narasumber “Entrepreneurs Wanted!” Achmad Zaky menyatakan membangun usaha membutuhan perjuangan dan pengorbanan yang besar.

Ia menyatakan sebuah bisnis dalam awal mulanya pasti ada penolakan dan hal inilah yang menjadi tantangan bagi seorang calon wirausahaan. Ini resiko yang harus dihadapi calon pengusaha.

“Sebuah usaha hal yang paling awal ditemukan adalah penolakan,” katanya dalam acara “Entrepreneurs Wanted!” di Convention Hall Unand, Padang, Rabu (10/05/2017).

Menurutnya, jika seseorang mampu melewati hal ini maka resiko kegagalan akan semakin kecil dan peluang kesuksesan akan semakin besar.

CEO Bukalapak ini menambahkan pada awalnya berpikiran bahwa untuk memulai sebuah usaha harus dengan modal yang besar dan punya bakat sebagai pengusaha. Ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar.

“Untuk menjadi pengusaha dibutuhkan niat yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh, bukan modal yang besar,” tegasnya.

Yang paling penting lagi adalah kesabaran dan inovasi dalam berbisnis. Jangan pernah menjadi follower.

Achmad Zaky adalah CEO Bukalapak yang berkecimpung di dunia star up sejak masih kuliah di ITB jurusan Teknik Informatika angkatan 2004.

Ia bersama temannya, Nugroho Herucahyono membuat online marketpalce dengan nama Bukalapak. Bukalapak mempunyai misi untuk menaikan UKM di Indonesia. Dua tahun lalu Bukalapak mendapat kucuran dana ratusan milyar rupiah dari Emtek Group.

Saat in jumlah pengunjung ke Bukalapak mencapai jutaan orang dengan nilai transaksi antara Rp 1.5 milyar hingga Rp2.5 milyar dengan jumlah pelapak mencapai 190.000 seller.

“Entrepreneurs Wanted!” ini merupakan kegiatan yang dimotori oleh Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kemenristkdikti, Universitas Andalas, PT. Telkom, Bukalapak, Liputan6.com dan Komunitas Menara.

Gelaran #KSPGoestoScholl Entrepreneurs Wanted! ini merupakan yang keempat pada tahun 2017 dan Sumbar menjadi provinsi keempat yang disinggahi. Acara ini diadakan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada generasi muda di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:
Penerbitan Perusahaan Efek Daerah, Pemko Padang Siap Beri Dukungan