Bukittinggi Gelar Pacu Kuda Wisata Derby

Padangkita.com  – Mengisi kalender kegiatan Pordasi Provinsi Sumatera Barat Tahun Pacuan (Seizoen) 2017 – 2018, Pordasi Cabang Bukittinggi – Agam akan menyelenggarakan Pacu Kuda Bukittinggi Wisata Derby Tahun 2018 yang akan digelar pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2018 di Gelanggang Bukik Ambacang Bukittinggi.

Sebanyak 82 ekor kuda terbaik yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat Sendiri akan berpacu. Pada hari pertama ada 11 race dan pada hari kedua 12 race yang akan dilombakan. Khusus pada pacuan puncak kelas Derby dihari kedua akan memperebutkan hadiah Rp.100 juta untuk 1 race.

Hal demikian disampaikan oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat memimpin rapat cheking terakhir kesiapan panitia pelaksana yang dihadiri oleh seluruh panitia pelaksana dan juga dihadiri oleh Wakil Walikota Irwandi dan Sekretaris Daerah Yuen Karnova serta anggota DPRD Fauzan Hafis.

Ramlan menyampaikan bahwa Pacu Kuda yang akan digelar ini gratis atau tanpa karcis masuk, dengan demikian diharapkan animo masyarakat untuk menyaksikan Alek Nagari ini akan meningkat. Disamping itu Ramlan juga berpesan kepada panitia untuk lebih memaksimalkan persiapan karena alek nagari ini nantinya juga akan dihadiri oleh pejabat dari pusat, maupun dari Provinsi.

“Pacu Kuda ini akan dibuka oleh Wakil Jaksa Agung RI,  dan juga akan dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM, Kapolda Sumbar, Bupati / Walikota serta lebih dari 150 orang perantau dari Jakarta juga sudah menyatakan keinginannya untuk hadir pada pacu kuda nantinya, untuk itu diminta kepada panitia agar mematangkan persiapan”, ujar Walikota Ramlan dikutip dari humas, Jumat (30/03/2018).

Kemudian Ramlan juga mengingatkan kepada panitia khususnya bidang pengamanan agar didalam arena pacuan tidak ada aktifitas berdagang, karena akan dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pacuan, disamping itu juga diingatkan agar tidak ada satu orangpun yang berdiri pada box star selain petugas dengan memakai atribut petugas karena hal ini akan dapat membahayakan penonton sendiri, dan kepada panitia juga diingatkan agar dapat melayani tamu dengan baik, tambah Ramlan.

Baca juga:
Mahyeldi dan Kisah Tak Terlupakan di Pasar Ateh

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Aldiasnur mengatakan bahwa persiapan terus dikebut, saat ini sedang  melakukan pekerjaan pemagaran lapangan dan publikasipun sudah mulai dengan pemasangan Baliho – baliho ditempat – tempat strategis.

“persiapan pelaksanaan dengan sisa waktu yang ada akan dimaksimalkan begitupun dari segi publikasi akan terus dimaksimalkan, dan agar alek nagari pacu kuda ini juga dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat pada hari Kamis dan Jumat juga akan dilakukan publikasi melalui mobi unit penerangan ke wilayah Agam Timur dan sekitarnya”, kata Aldiasnur.

Disisi lain dengan dilaksanakan acara pacuan kuda ini tentu kiranya akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat serta memberikan hiburan yang murah bagi segenap warga kota dan para pecinta pacu kuda di Sumatera Barat khususnya dan Nasional pada umumnya. (Ylm)