BPS Sumbar: Ekspor Nonmigas Menurun di Bulan September 2017

Ilustrasi (foto: pexels)

Padangkita.com – India menjadi negara pengekspor barang nonmigas terbesar dari Sumatera Barat. Pada bulan September, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat menyatakan nilai ekspor Indonesia adalah ke negara India mencapai sebesar US 37,82 juta.

Kepala BPS Sumbar Sukardi menyatakan selain India, beberapa negara tujuan ekspor terbesar dari Sumatera Barat adalah Amerika Serikat sebesar US$29,49 juta, dan Singapura sebesar US$16,56 juta. Sementara itu nilai ekspor ke negara Spanyol dan Belanda masing-masing nilainya sebesar US$9,60 juta; dan US$6,51 juta.

Penurunan ekspor nonmigas bulan September 2017 jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2017 terjadi pada beberapa negara tujuan, diantaranya ke negara India turun sebesar 50,19 persen, ke negara Amerika Serikat turun sebesar 7,25, dan ke negara Tiongkok turun sebesar 49,11 persen.

“Untuk nilai ekspor bulan September mengalami penurunan dibanding bulan Agustus silam,” katanya di Padang.

Menurutnya, selama periode Januari-September 2017 ekspor ke negara India memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumatera Barat yaitu sebesar 37,67 persen, berikutnya ekspor ke Amerika Serikat memberikan peran sebesar 22,72 persen, dan Singapura 10,42 persen.

Dengan demikian, selama Januari-September 2017 peran total ekspor ke tiga negara tersebut sebesar 70,82 persen.

Ekspor nonmigas lainnya yang mengalami penurunan adalah ekspor produk Industri Pengolahan mengalami penurunan sebesar 32,93 persen.

Sementara itu, ekspor sektor pertambangan juga mengalami penurunan sebesar 24,55 persen. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Sumatera Barat periode Januari-September 2017 sebesar 97,12 persen.

Ekspor senilai US$125,30 juta pada bulan September 2017 sebagian besar berasal dari pelabuhan muat Teluk Bayur. Ekspor melalui pelabuhan muat Teluk Bayur ini mengalami penurunan sebesar32,01 persen dibanding bulan sebelumnya, dan juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (turun 22,21 %).