BPS: Jumlah Penumpang Udara Menurun di Bulan Juni

Kunjungan di Bandara (Foto: pixels)

Padangkita.com – Jumlah penumpang angkutan udara domestik di Bandara Internasional Minangkabau pada Juni 2017 adalah sebanyak 117,55 ribu orang atau turun sebesar 20,66 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sumbar Sukardi menjelaskan jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional di Bandara Internasional Minangkabau bulan Juni 2017 adalah sebanyak 5,35 ribu orang, mengalami penurunan sebesar 33,61 persen dibanding bulan Mei 2017.

“Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara domestik dan internasional adalah sebanyak 122,90 ribu orang atau turun sebesar 21,33 persen dibanding bulan sebelumnya,” katanya kepada wartawan, di Padang.

Sementara itu, Jumlah barang yang diangkut oleh angkutan laut dalam negeri bulan Juni 2017 mencapai 362,29 ribu ton atau mengalami penurunan 11,01 persen dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi pada Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan Pelabuhan Air Bangis Pasaman Barat
yaitu masing-masing sebesar 11,33 persen dan 12,24 persen. Jumlah barang yang diangkut melalui Pelabuhan Muaro Padang mengalami peningkatan sebesar 137,99 persen.

Sementara itu, penyebab inflasi Kota Padang kini bertambah. Selama bulan Juli 2017, inflasi tidak hanya bersumber dari kenaikan harga tiket pesawat tetapi juga dari naiknya biaya untuk mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) sebelum masuk perguruan tinggi.

“Inflasi bulan Juli, paling tinggi masih dari angkutan udara, kemudian dari bimbingan belajar,” kata Sukardi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Selasa (1/8/2017).

Ia menuturkan kontribusi tiket pesawat terhadap inflasi Kota Padang bulan lalu mencapai 0,66 persen atau mengalami kenaikan 41,08 persen.

Kemudian, kontribusi biaya bimbel terhadap inflasi Padang sebesar 0,14 persen atau mengalami kenaikan 32,98 persen.

Lebih lanjut dijelaskan Sukardi, harga tiket pesawat di Sumbar melejit karena kebiasaan mudik bersama saat lebaran. Bahkan, jika daerah lain mudik lebaran hanya seminggu, di Sumbar bisa sebulan lebih.

Baca juga:
4 Tahun Jokowi, Nilai Ekspor Indonesia Meningkat