‘Basamo Mako Manjadi’, BRI Bantu Pujasera Pantai Padang

Pimpinan Wilayah BRI Kantor Wilayah Padang Joni Alwadris, bersama Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Andrinof Achir Chaniago, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang Medi Iswandi menandatangani kerja sama dalam bentuk penyerahan CSR BRI untuk Pujasera Pantai Padang, di pantai Padang, Senin (26/2/2018) sore.
Foto: Yose

Padangkita.com – Upaya menggenjot Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang, menjadi destinasi ramah wisatawan terus dilakukan. Kali ini, Pemko Padang bahu membahu dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempersolek Pujasera—penyebutan untuk konsentrasi kuliner bersifat kaki lima.

Pujasera yang dihuni 47 pedagang tersebut menempati bekas Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, jalan Samudera (simpang Nipah), pantai Padang.

Dalam kerja sama ini, BRI menggelontorkan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp.150 juta.

Anggaran tersebut lebih banyak digunakan untuk pembenahan fisik seperti pavling block, keramik, dan toilet.

“Alhamdulillah ini bisa kita lihat yang hampir selesai. Ini bentuk penghargaan BUMN, karena mulai dari pemegang saham, pimpinan BUMN, punya visi yang sama, mendukung dan memandang pariwisata peluang yang besar bagi kita (Indonesia). Investasi sedikit, cepat dapat keuntungan. Kalau mau saja berubah, perbaiki diri, perbaiki infrastruktur, satu tahun hasilnya nyata,” papar Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Andrinof Achir Chaniago, disela penandatanganan kerja sama, di pantai Padang, Senin (26/2/2018) sore.

Dia mengatakan, bantuan untuk Pujasera pantai Padang merupakan penyaluran CSR ke-6 dalam rangkaian acara penyaluran CSR di Sumbar dua hari terakhir.

“BUMN secara keseluruhan akan tanggap ke Pemda yang betul-betul serius (menggarap wisata atau ekonomi kerakyatan). BRI fokus perhatian pada daerah atau pun nagari yang wisata dan ekonomi kerakyatannya digerakkan penggiat,” tukas mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas 2014-2015 ini.

Menurut Andrinof, lokasi Pujasera sangat luar biasa. Pasalnya, berada di pinggir pantai dengan serambi menantang ufuk barat. Artinya, menjadi tempat tongkrongan yang pas menunggu matahari terbenam (sunset).

Di samping itu, tidak jauh dari lokasi, Pemko Padang atas bantuan donatur, juga tengah mengebut pembangunan masjid.

Sehingga, sebut Andrinof, para pengunjung Pujasera juga tidak perlu jauh-jauh menunaikan salat bila waktunya sudah masuk.

“Senang kita bisa mendukungnya. Harapan dipelihara dengan baik, dan terpenting mengajak pedagang mempercantik tempat, dan sikap. Perlu ada training juga, kebetulan chef (koki) sudah bersedia, dengan bantuan nantinya seperti memilih bahan sehat higienis, rasa menjadi enak, hingga penampilan,” terangnya.

Dikatakan Andrinof, semuanya akan berhasil ditata dengan baik karena semua berkat kesadaran. Dalam hal ini, dia mengapresiasi secara khusus kegigigan Pemko Padang, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, sehingga BRI tergerak mendukung.

“Kita tetap dengan semangat basamo mako manjadi (bersama maka bisa berhasil),” ujarnya.

Pujasera merupakan simpul dari sebuah Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi menyatakan, KWT memiliki panjang sekitar 5 kilometer.

KWT Gunung Padang menurut rencananya mencakup pantai Air Manis, gunung Padang, hingga ke pantai Padang. Destinasi tersebut akan menjadi unggulan bagi ranah parawisata Padang.

“Kami berharap BRI tidak di sini saja, tapi berlanjut ke hal lain, yang kami sebut KWT Gunung Padang,” ujar Medi.

Dia berharap Pujasera bantuan BRI menjadi titik temu. Semakin banyak pengunjung, menjadi berkah bagi masyarakat lokal.

Medi mengatakan, para pedagang yang menghuni Pujasera merupakan bekas pedagang di sepanjang pantai Padang, dari depan LP Muaro hingga depan Taman Budaya Sumatera Barat.