Banjir Genangi Sejumlah Kawasan di Bukittinggi


Padangkita.com – Akibat hujan deras yang tidak kunjung berhenti mulai pukul 13.30 Wib, hingga pukul 17.15 Wib pada Minggu 20 Mei 2018, mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota Bukittinggi digenangi air, dengan ketinggian yang bervariasi.

Di jalan Soekarno-Hatta kawasan Pasar Bawah, genangan air mencapai 40 Cm, mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terkendala, akibat banyaknya kendaraan roda empat dan roda dua yang kesulitan menempuh genangan air, bahkan beberapa diantaranya sempat mogok, dan dibantu masyarakat yang berada disekitarnya.

Anggota Tagana Bukittinggi Salehan mengatakan, air mulai naik sekitar jam 13.30 Wib, dan sebagai antisipasi dilapangan, sejumlah anggota Tagana melakukan pengamanan arus lalu lintas yang tersendat, sambil mengingatkan warga untuk tidak melewati ruas jalan yang sudah digenangi air.

“Disamping itu anggota Tagana lain melakukan evakuasi warga dan barang rumah tangga di kawasan Masjid Darussalam, Gurun Panjang, Kecamatan Guguak Panjang, dan kawasan Pulai Anak Aia, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, mengingat dua kawasan ini digenangi air yang cukup tinggi mencapai 1 meter lebih,” ulasnya.

Salehan menambahkan, cukup banyak kawasan yang terdampak banjir kali ini, di Simpang Tarok juga terjadi luapan air, sehingga anggota Tagana juga berjaga disana, membantu masyarakat yang rumahnya mulai digenangi air.

Informasi sementara sambung Salehan, genangan air ini akibat meluapnya saluran drainase di sejumlah titik, yang tidak kuat menampung aliran air, termasuk dengan tingginya curah hujan yang tidak berhenti dalam tempo beberapa jam.

“Sementara itu banjir yang terjadi di kawasan Pulai Anak Air di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), hingga pukul 14.00 WIB siang tadi, air terus yang menggenangi hingga ketinggian 120 cm,” jelasnya.

Salehan menambahkan, saat ini belum dihitung jumlah rumah warga yang terdampak banjir tersebut, karena masih dilakukan penghitungan jumlah masyarakat yang terdampak, termasuk berapa kerugian yang mereka alami.

Pada kesempatan lainnya, Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bukittinggi, Reynaldo Seicuba menuturkan, sejumlah kawasan tergenang air dengan ketinggian 20 sampai 60 cm.

“Laporan sementara yang diterima, ada beberapa kawasan yang digenangi air yakni daerah Tangah Sawah, Pasar Bawah, Pulai Anak Aia, Gurun Panjang, Tarok Dipo, Jembatan Besi, Komplek Kodim 03/03 Agam, dan tim langsung melakukan pemantauan ke lapangan, dan diterima laporan daerah dengan genangan air terparah terjadi di kawasan Masjid Darussalam, Gurun Panjang, Kecamatan Guguak Panjang,” jelasnya.

Reynaldo Seicuba menambahkan, tidak korban jiwa dalam musibah banjir ini, namun mengganggu aktivitas warga seperti kendaraan mogok di tengah jalan dan memperlambat arus lalu lintas.

“Sementara ini tim masih ke lapangan membantu warga yang terkena dampak. Dari semua wilayah yang terdampak kami masih menghitung berapa jumlah kepala keluarga yang terkena,” terangnya.

Menurut Reynaldo Seicuba, tindakan yang dilakukan BPBD Bukittinggi saat ini masih di menunggu air surut, sebelum dilakukan penyedotan, dan tim terus melakukan evakuasi warga yang terimbas banjir.

“ Sekitar 75 persen wilayah di Bukittinggi adalah area terbangun, dengan arti kata kawasan untuk serapan air semakin berkurang, berbanding terbalik saat terjadinya hujan dengan curah yang tinggi, sehingga saat situasi seperti ini menjadi resiko yang harus dihadapi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Drainase di Kota Bukittinggi sambung Reynaldo Seicuba, berfungsi kurang maksimal sehingga tidak mampu menampung derasnya aliran air, yang juga merupakan aliran dari kawasan Jambu Air, Kabupaten Agam.

(Guspra Koto)