Asa Budidaya Lele untuk Ekonomi Keluarga Di Pessel

Sumber: net

Padangkita.com – Sektor perikanan budidaya ikan air tawar, memiliki potensi yang cukup besar di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Potensi itu tersebar di 15 kecamatan, dengan berbagai jenis yang bisa dikembangkan.

Plt Kepala Dinas Perikanan Pessel Irlindawati mengatakan di daerah itu budidaya ikan air tawar sudah menjadi pilihan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

“Potensi pengembagan budidaya ikan air tawar ini, tersebar di 15 kecanatan yang ada, mulai dari Siguntur Kecamatan Koto XI Tarusan, hingga Kecamatan paling ujung Siluat batas Provinsi Bengkulu. Dalam usaha budidaya ini, ada empat jenis ikan yang dikembangkan. Diantaranya, jenis nila, lele, gurami, dan udang paname,” katanya tempo hari.

Walau dari empat jenis itu yang paling populer adalah jenis ikan nila, namun lele juga tidak kalah disukai oleh masyarakat untuk dibudidayakan.

” Khusus lele, budidayanya bisa dikatakan cukup merata di semua kecamatan. Namun yang dijadikan sebagai sentra adalah tiga kecamatan. Tiga kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Koto XI Tarusan, Linggo Sari Baganti, dan Kecamatan Lunang. Sedangkan 12 kecamatan lainya dijadikan sebagai penyangga,” ungkapnya.

Untuk memberikan dorongan kepada masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan), setiap tahun pemerintah melalui Dinas Perikanan selalu menyalurkan bantuan. Bantuan yang disalurkan tidak saja dalam bentuk kerambah, jaring dan pakan, tapi juga dalam bentuk bibit.

“Bantuan ini bertujan agar potensi budidaya ikan air tawar bisa terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Pessel. Dikatakan demikian, sebab potensi pengembanganya cukup luas yakni mencapai 1.651 hektare. Tapi dari luas itu, yang telah dimanfaatkan petani baru sekitar 740 hektare pada empat jenis ikan yang saya jelaskan tadi, termasuk juga lele,” katanya.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Firdaus yang juga dihubungi menjelaskan bahwa saat ini di Pessel telah terbentuk 83 Pokdakan. Mereka itu tersebar di 15 kecamatan yang ada.

” Dengan rata-rata per kelompok sebanyak 12 orang, maka jumlah petani yang menggeluti usaha budidaya ini telah mencapai 996 Rumah Tangga Perikanan (RTP) di Pessel. Nah, dengan terus berkembangnya usaha budidaya perikanan air tawar sebagai mana saat ini, maka diyakini Pessel akan mampu sebagai daerah pemasok berbagai jenis ikan air tawar nantinya. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil panen dari tahun ke tahun, khusunya lele” ungkapnya.

Baca juga:
Perusahaan Tak Bayarkan THR, Laporkan ke Sini

Dijelaskanya bahwa tahun 2016 produksi panen ikan lele sebesar 3.898 ton, memasuki tahun 2017 meningkat menjadi 4.019 ton. Berdasarkan produksi sebesar itu, sehingga mampu meberikan pemasukan kotor kepada RTP sebesar Rp 64,3 miliar selama dua tahun tersebut.

“Karena potensi pengembangan masih cukup besar, sehingga tahun 2018 ini ditargetkan produksinya bisa mencapai 6000 ton lebih. Makanya selain unit usaha pembenihan, Dinas Perikanan Pessel juga memberikan dorongan kepada Pokdakan yang melakukan unit usaha pengembangan, dan pengelolaan agar target produksi tersebut benar-benar tercapai,” timpalnya.