Antisipasi Serangan Harimau, BKSDA Bukittinggi Pasang Kerangkeng

Padangkita.com – Untuk menghentikan aksi Harimau Sumatera yang dari informasi warga belakangan ini sering memangsa ternak, sekaligus menghindari konflik antara Harimau dengan manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi, Rabu (11/4/2014) lakukan antisipasi dengan memasang kerangkeng.

Kepala Resort BKSDA Bukittinggi Andrick mengatakan, kerangkeng itu dipasang pada kawasan lahan masyarakat di Koto Tabang, Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, dengan target dapat menghentikan aksi Harimau, yang juga dapat membahayakan keselamatan manusia.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, serta saat melakukan peninjauan ke lokasi, tidak diketahui secara pasti berapa jumlah Harimau itu, namun diduga binatang yang juga masuk kategori dilindungi ini masih berkeliaran, dikuatkan dengan penemuan jejak di sekitar lokasi,” jelasnya.

Perangkap kerangkeng yang sudah dipasang ini sambung Andrick, akan diberi umpan seperti anjing atau kambing, yang diharapkan menarik perhatian Harimau Sumatera ini, sehingga masuk ke dalam kerangkeng, untuk selanjutnya dapat dipindahkan ke habitat yang jauh dari pemukiman masyarakat.

“Masyarakat di sekitar lokasi sangat resah dengan adanya serangan Harimau yang memangsa ternak mereka, apalagi sempat terjadi dengan manusia, yang jelas saja membahayakan keselamatan, dan langkah lain juga telah dilakukan dengan meledakkan meriam karbit,” terangnya.

Andrick menambahkan, dari jejak kaki yang telah ditelusuri diperkirakan ada tiga ekor Harimau Sumatera, karena dari identifikasi jejaknya, satu yang besar dan dua yang kecil, bisa jadi itu Harimau betina beserta dua ekor anaknya yang berkeliaran di kawasan Palupuah ini.

“Selain dari jejak kaki,  sebelumnya juga diperoleh keterangan dari masyarakat yang berladang, bahwa memang ada induk dan dua ekor anak Harimau yang berkeliaran, dan diharapkan kerangkeng yang telah dipasang nanti dapat memancingnya,” tukas Andrick.

Guspra Koto

Baca juga:
BMKG Padangpanjang: Longsor di Mapolres Arosuka Bukan karena Gempa