Angka Pengangguran di Sumbar Meningkat

Ilustrasi pekerja (foto: pexels.com)

Padangkita.com – Jumlah pengangguran di Sumatera Barat berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar hingga bulan Agustus 2017 adalah 138,70 ribu orang. Angka ini naik dibanding satu tahun sebelumnya, Agustus 2016 yang tercatat sebanyak 125,90 ribu orang.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak 2,48 juta orang penduduk di Sumatera Barat merupakan angkatan kerja. Jumlah tersebut naik 9,86 ribu orang dibanding dari agustus 2016.

“Pada Agustus 2017, sebanyak 2,48 juta orang penduduk bekerja sedangkan sebanyak 138,70 ribu orang menganggur. Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja berkurang 2,94 ribu orang dan pengangguran bertambah 12,8 ribu orang,” katanya kepada wartawan, Senin (06/11/2017).

Dirinya menjelaskan dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 12,8 ribu orang, sehingga Tingkat penganguran Terbuka (TPT) naik sebesar 0,49 poin.

“Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sarjana Diploma I/II/III paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 10,26 persen,” katanya lagi.

Sementara itu, penduduk yang bekerja sebanyak 2,34 juta orang, turun sebanyak 2,94 ribu orang dari Agustus 2016.

Sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Sektor Perdagangan (2,39 poin), Sektor Konstruksi (0,96 poin) dan Sektor Jasa Kemasyarakatan (0,29 poin).

Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian (1,28 poin), Sektor Pertambangan (1,11 poin), Sektor Keuangan (0,57 poin), Sektor Transportasi (0,33 poin), Sektor Industri (0,25 poin) dan Sektor Listrik, Gas & Air (0,10 poin).

Sebanyak 1,51 juta orang (64,39 persen) penduduk bekerja di kegiatan informal, persentasenya naik sebesar 2,59 poindibanding Agustus 2016.

Dari 2,34 juta orang yang bekerja,sebesar 11,77 persen masuk kategori setengah menganggur dan 22,42 persen pekerjaparuh waktu.

“Dalam setahun terakhir, setengah penganggur naik sebesar 1,00 poin dan pekerja paruh waktu naik sebesar 0,70 poin,” katanya lagi.

Berdasarkan jenis kelamin,terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2017, TPAK laki-laki sebesar 80,05 persen sementara TPAK perempuan hanya sebesar 52,93 persen.

Baca juga:
Agustus 2018, Warga Bukittinggi Terima Rastra Nontunai

Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, baik TPAK laki-laki maupun perempuan mengalami penurunan, masing-masing sebesar 1,05 poin dan 0,55 poin.

Dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding
di perdesaan. Pada Agustus 2017, TPT di perkotaan sebesar 6,63 persen, sedangkan TPT padawilayah perdesaan sebesar 4,71 persen. Dibandingkan setahun yang lalu, TPT wilayah perkotaandan perdesaan mengalami peningkatan (berturut-turut sebesar 0,43 poin dan 0,54 poin).

(Abimanyu Perdana)