Akibat Vandalisme, Dinas Satpol PP Bukittinggi Cat Ulang Bangku Jalan

Padangkita.com – Aksi vandalisme atau perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya, juga terjadi pada fasilitas publik yang ada di Kota Bukittinggi.

Inilah yang juga terjadi di Kota Bukittinggi, bangku jalan di atas trotoar yang sudah disediakan Pemerintah Kota, yang seharusnya digunakan untuk lokasi santai bagi masyarakat dan pengunjung, malah dirusak oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bukittinggi Dodi Andresia mengatakan, aksi vandalisme atau merusak fasilitas publik seperti bangku jalan ini sungguh sangat disayangkan, pelakunya dengan sengaja mencoret-coret bangku dengan kalimat tidak wajar, membuka baut kursi yang sudah terpasang rapi, bahkan lampu penerang jalan pun tidak luput dari aksi gaduh para vandalisme ini.

“Sebagai bentuk kepedulian, Satpol PP Bukittinggi hari ini menggelar bakti sosial, puluhan personil dikerahkan untuk mengamplas dan mencat ulang 42 bangku yang telah dirusak oleh tangan-tangan jahil tidak bertanggungjawab,” jelasnya, Rabu (4/4/2018).

Hal ini sambung Dodi Andresia merupakan upaya dari Dinas Satpol PP Bukittinggi untuk tetap memberikan kenyamanan pada masyarakat, menciptakan keindahan, sehingga masyarakat dan pengunjung dari berbagai daerah terus dapat mempergunakan fasilitas bangku jalan.

“Pengecatan bangku jalan di sepanjang Jalan Sudirman dan Taman disamping Tugu Pahlawan Tak Dikenal ini sekaligus juga dalam rangka memperingati hari ulang tahun Satpol PP ke 68 dan Linmas 56,” terangnya.

Dodi Andresia berharap, setelah proses pengecatan bangku jalan dan taman ini, masyarakat lebih peduli lagi dalam menjaga fasilitas publik, dengan tidak lagi melakukan pengrusakan baik itu aksi coret-coret, maupun dengan sengaja mengambil baut bangku, atau merusak sarana dan prasana lainnya yang telah disediakan Pemko Bukittinggi.

“Agar kejadian ini tidak terulang pihak Dinas Satpol PP akan melakukan pengawasan dilokasi, agar tidak ada lagi oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan pengrusakan, dan bagi yang kedapatan akan diamankan dan diberikan efek jera,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias juga menyayangkan aksi pengrusakan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab ini, karena Pemko Bukittinggi telah berupaya menyediakan fasilitas pendukung untuk kenyamanan masyarakat dan pengunjung yang datang ke kota ini.

Baca juga:
Tahun ini 1000 Ekor Sapi di Pessel Jadi Target Asuransi

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih pada Dinas Satpol PP yang telah turun tangan melakukan aksi pengecatan, apalagi dana yang digunakan tidak ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), atau dengan arti kata mereka iuran untuk membeli cat dan perlangkapan lainnya.

“Dengan aksi nyata ini Dinas Satpol PP telah dapat diandalkan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat, termasuk dalam aksi pengecatan bangku jalan ini, mereka telah berperan sebagai penyayom dan pelindung masyarakat,” ulas M. Ramlan Nurmatias, yang pada kesempatan ini juga semat membantu mengecat bangku jalan.

  1. Ramlan Nurmatias menambahkan, pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), atau juga dari uang rakyat, maka dari itu diminta untuk saling menjaga dengan apa yang telah dibangun, jangan lagi melakukan pengrusakan, hendaknya saling mengingatkan.

“Untuk pemeliharaan fasilitas publik ini kedepan, Pemko Bukittinggi akan meningkatkan pengawasan, mengingat fasilitas yang ada itu hendaknya juga dapat dinikmati oleh para pengunjung, sehingga mereka aman dan nyaman saat berada di kota wisata ini,” tukasnya.

Dalam momen ulang tahun Satpol PP ke 68 dan Linmas 56 ini sambung M. Ramlan Nurmatias, juga menjadi momen evaluasi dari kinerja Dinas Satpol PP yang telah dilaksanakan, dan sejauh ini tugas pokok dan fungsi telah terlaksana dengan baik, serta dalam hal menegakkan Peraturan Daerah (Perda) diharapkan kedepan juga lebih baik lagi.

Guspra Koto