72 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Pasaman Masih Gunakan Transportasi Ini

Kapal ponton bertenaga manusia, untuk melintas sungai dengan lebar 85 meter di Kanagarian Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. (Foto : Humas Pemprov Sumbar)

Padangkita.com – Warga di Kanagarian Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, mengharapkan adanya pembangunan jembatan, sehingga akses warga di Jorong Katiagan dan Mandiangin bisa lancar seperti daerah lain.

Saat ini ratusan kepala keluarga di daerah ini masih mengandalkan kapal ponton bertenaga manusia, untuk melintas sungai dengan lebar 85 meter.

“Sebelumnya penyeberangan menggunakan sampan, lalu pernah ada jembatan darurat yang dibangun di hilir ponton sekarang (Taluak Batiang) sepanjang 180 meter dan lebar 1,8 meter namun sudah rusak,sebab hanya berlantai kayu nibung,” ungkap Wali Nagari Katiagan, Endang Putra kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat melakukan peninjauan ke daerah Terisolir di Pasbar, Sabtu (12/8/2017).

Endang menambahkan, minimnya infrastruktur transportasi sudah dialami warga sejak puluhan tahun. Menurutnya jika hujan, air sungai besar warga tidak bisa melakukan aktivitas, karena ponton menjadi satu-satunya pilihan untuk sampai di Mandiangin dan Katiagan. Ponton tidak sanggup membawa kendaraan roda empat.

Kenagarian Katiagan hanya terdiri dari dua jorong, dengan jumlah penduduk 8000 orang. Disini juga hanya ada satu SMP, sehingga anak-anak yang bersekolah di nagari lain seperti Kinali, harus menyeberang dengan ponton setiap hari.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengaku terkejut dengan kondisi masyarakat Nagari Katiagan, yang minim fasilitas transportasi. Kepada masyarakat ia berjanji akan membahas persoalan itu dengan Bupati Pasaman dan melapor pada Gubernur Irwan Prayitno dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Saya benar-benar terkejut dengan kondisi ini, sebentar lagi 72 tahun Indonesia Merdeka. Tapi warga disini masih seperti ini kondisinya. Saya serasa balik ke tahun 70 an saat melintas akan pergi ke Lampung dulu,” tuturnya, seperti yang dirilis Humas Pemrov Sumbar.

Kedatangan Nasrul Abit ke Kanagarian Katiagan merupakan bagian dari pelayaran peninjauan potensi laut Sumbar. Sebelumnya saat di Tiku Kabupaten Agam, ia menemukan sejumlah lokasi bekas pengebomam ikan.

BAGIKAN