32 Warga Kepulauan Mentawai Meninggal akibat Keracunan Penyu Sejak 2005

Ilustrasi penyu. (Foto: Pexels.com)

Padangkita.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Lahmuddin Siregar mengatakan kasus keracunan akibat mengonsumsi penyu di Bumi Sikerei bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejak 2005, setidaknya sudah terjadi sembilan kali kasus keracunan penyu yang menyebabkan warga meninggal dunia dan sakit.

“Dari catatan kami sejak 2005-2018, sudah sembilan kali kejadian yang menelan korban jiwa sebanyak 32 orang dan mengalami sakit sebanyak 752 orang,” kata Lahmuddin, saat dikonfirmasi Padangkita.com, Senin (26/02/2018).

Sebelumnya, 104 warga dari enam suku di Desa Pasakiat, Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya mengalami keracunan penyu, Minggu (18/02/2018). Akibat keracunan ini, tiga orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya mesti mendapatkan perawatan intensif.

“Dua orang dirawat di puskesmas dan 14 orang terpaksa dirawat di Balai Desa. Sementara itu tiga orang meninggal dunia, yaitu dua balita dan satu orang lansia,” ujar Kepala Dinkes.

Baca Juga:
Tiga Warga Tewas, Dinkes Mentawai: Stop Konsumsi Penyu!
Kapolres Mentawai Bezuk Korban Keracunan Daging Penyu

Lahmuddin mengatakan pihaknya belum mengetahui jenis penyu yang menyebabkan keracunan. Namun, berdasarkan ciri-ciri fisik, penyu tersebut memiliki kulit mulus, ekor pendek, usus tidak terlalu panjang, dan sedang mengandung telur sekitar 150 butir. Adapun ukuran badannya sekitar 1,5 meter dengan berat 80 kilogram.

Mengingat banyaknya korban jiwa akibat kasus keracunan penyu, Dinkes Kepulauan Mentawai pun mengimbau masyarakat untuk berhenti mengonsumsi penyu. Daging penyu tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat berbahaya, seperti arsenik.

“Ayo, masyarakat jangan lagi mengonsumsi penyu karena pada daging penyu terdapat logam berat Kadmium tiga kali lipat dibanding daging ikan dan kandungan merkuri 10 kali lipat lebih tinggi. Penyu juga mengandung arsenik atau campuran berbagai pestisida. Pada daging ini juga ditemukan mikroba penyebab Tuberkulosis dan Salmonella. Konsumsilah makanan yang sehat dan aman,” ujarnya.

Berikut data kasus keracunan penyu di Kepulauan Mentawai pada 2005–2018.

  1. Tanggal 19 Oktober 2005, di Desa Matobe, Kec. Sikakap, sebanyak 46 orang keracunan dan 4 orang meninggal.
  2. Tanggal 11 Juni 2006, di Dusun Sibudakoinan Saibi Samukop, Kec. Siberut Tengah, sebanyak 115 orang keracunan, 13 orang meninggal, dan 20 orang mendapat perawatan intensif.
  3. Tanggal 9 Maret 2009, 3 orang meninggal dan 1 orang dirawat intensif.
  4. Tahun 2010, tiga kali terjadi kasus keracunan. Tanggal 9 Maret 2010 di Dusun Parak Batu Desa Sinaka, 111 orang keracunan dan 3 orang meninggal dunia. Tanggal 30 Maret 2010, 80 orang keracunan dan 1 orang meninggal. Sementara itu, di Bulasat 20 orang keracunan dan tidak ada korban jiwa.
  5. Tanggal 3 Oktober 2012, di Bulasat, sebanyak 85 orang mengalami keracunan dan 3 orang meninggal.
  6. Tanggal 23 Maret 2013, di Bosua, sebanyak 148 orang mengalami keracunan dan 3 orang meninggal.
  7. Tanggal 18 Februari 2018, sebanyak 104 orang keracunan, 3 orang meninggal, dan 16 orang mendapat perawatan intensif.
Baca juga:
Emil Salim Meninggal Dunia, Kabar Hoaks