3.060 Siswa Akan Ikuti UNBK Tingkat SMP di Bukittinggi

Padangkita.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri pada tahun ajaran 2018/2018 di Kota Bukittinggi akan diikuti 1.060 siswa. UNBK sendiri akan dilaksanakan pada 4 hingga 6 April 2018 mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Almisri, mengatakan, saat ini ada 16 sekolah negeri dan swasta di tingkat SMP dan sederajat, delapan diantaranya SMP Negeri. Untuk pelaksanaan simulasi UNBK telah dua kali dilaksanakan, dan simulasi terakhir akan dilakukan pada tanggal 28 Maret 2018 satu minggu sebelum pelaksanaan UNBK.

“Dari jumlah sekolah itu, tujuh SMP Negeri diantaranya akan melaksanakan UNBK mandiri mulai tahun ini, kecuali SMP Negeri 4 yang jumlah siswanya tidak sebanding dengan komputer yang ada, dan seluruh peserta UNBK itu telah didaftarkan ke Pusat Komputer Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat,” katanya, Selasa (13/03/2018).

Menurut Almisri, secara teknis setiap sekolah sudah siap melaksanakan UNBK baik itu dengan jumlah komputernya dan peralatan lainnya. Pada saat UNBK nanti akan ada satu orang teknisi peruangan dan satu proktor persekolah.

“Pada tahun ajaran 2016-2017 lalu masih banyak SMP yang melaksanakan UNBK menumpang ke sekolah yang fasilitas komputernya lebih mecukupi, terutam di tingkat SMA/SMK, dan untuk tahun ini mulai dilaksanakan secara mandiri di sekolah masing-masing,” terangnya.

Almisri menambahkan, untuk mendukung pelaksanaan UNBK mandiri itu, sebelumnya Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyiapkan tambahan 100 unit komputer bagi sekolah-sekolah negeri, melalui dana yang diusulkan dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 lalu.

“UNBK dapat dilaksanakan apabila jumlah komputer minimal satu per tiga dari jumlah siswa yang akan mengikuti ujian. Namun khusus di SMP Negeri 4 belum dapat dilaksanakan UNBK secara mandiri, karena jumlah siswa banyak sementara jumlah komputer yang ada belum mencukupi sehingga masih menumpang ke sekolah dengan fasilitas komputer mencukupi,” jelasnya.

Sementara bagi sekolah swasta sambung Almisri, meski dapat melaksanakan UNBK mandiri di sekolah masing-masing, namun secara administrasi bergabung ke sekolah lainnya karena belum memiliki akreditasi.

Baca juga:
Daftar Kementerian/Lembaga Penerima Anggaran Terbesar APBN 2018

“Seperti SMP Cahaya Hati bergabung administrasi ke SMP Negeri 5, SMP Djamil djambek Bergabung ke SMP Negeri 8, dan MTS Baiturridwan bergabung ke MTS Negeri 1, karena sekolah penyelenggara UNBK harus terdaftar secara resmi, yang dilengkapi dengan penyesuaian akreditasi sekolah,” ungkapnya.

Almisri meminta siswa SMP sederajat untuk mengoptimalkan pelajaran yang diterima di sekolah, sehingga persiapan menhadapi UNBK berjalan dengan baik, dan kepada orang tua diminta untuk melakukan pendampingan belajar anak-anak nya dirumah, sekaligus memberikan nasehat agar mereka dapat membagi waktu antara belajar dan istirahat.

(Guspra Koto)