15 Kecamatan di Pesisir Selatan Rawan Banjir dan Longsor

Ilustrasi: Kasus longsor di Ponorogo, Jawa Timur. (Foto: BNPB)

Padangkita – Pesisir Selatan (Pessel) menjadi salah satu kabupaten paling rawan bencana di Sumatera Barat. Seluruh kecamatan di wilayah paling selatan Sumatera Barat tersebut rawan longsor dan banjir.

“15 kecamatan yang ada di Pesisir Selatan, semuanya rawan terkena bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Wakil Bupati Pessel Rusma Yul Anwar seperti dikutip dari pesisirselatan.go.id, kemarin.

Yul mengatakan hal itu karena kondisi alam Pessel yang memiliki banyak aliran sungai dengan kemiringan yang tajam, serta berhulu di sepanjang kawasan Bukit Barisan.

“Bencana banjir akan terjadi ketika intensitas hujan yang cukup deras terjadi lebih dari 6 jam. Bila kondisi itu terjadi, maka kepada masyarakat yang tinggal di zona merah rawan banjir diminta untuk lebih dini melakukan upaya penyelamatan. Terutama sekali terhadap keselamatan jiwa,” pintanya.

Ditambahkanya bahwa kecamatan yang selalu menjadi langganan banjir di daerahnya terdiri dari Kecamatan  Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Air Pura, Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah IV Hulu Tapan, Lunang dan Silaut.

“Berdasarkan hal itu, sehingga hanya satu kecamatan yang tergolong aman dari banjir, yakni Kecamatan Bayang Utara. Walau dari ancaman bencana banjir kecamatan ini tergolong aman, tapi ancaman bencana tanah longsor, cukup tinggi. Sebab secara tofografi, kecamatan ini berada di daerah ketinggian yang sebagai beras pemukiman warganya di lereng perbukitan,” ungkapnya.

Karena berbagai ancaman bencana itu, sehingga BPBD Pessel diminta untuk melakukan pemetaan potensi bencana. Baik yang masuk pada zona merah banjir, tanah longsor, abrasi dan lainya.

“Imbaun ini disampaikan, sebab kondisi cuaca yang tidak menentu, serta dengan telah mulai tingginya intensitas hujan, ancaman banjir dan tanah longsor telah mulai mengintai,” tutupnya.

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap apa itu bencana, pihak terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diminta untuk lebih memaksimalkan lagi simulasi kesiapsiagaan.

Upaya itu, jelas Yul diharapkan diselaraskan dengan pemetaan wilayah  yang masuk pada zona merah, baik zona merah banjir, tanah longsor, abrasi, bahkan juga gempa yang berpotensi tsunami.

Baca juga:
Hadapi Pilpres dan Pileg, Presiden: Jangan Gunakan Isu Sara

Dikatakanya, bahwa karakteristik wilayah yang terdiri dari dataran rendah, perbukitan dan Daerah Aliran Sungai (DAS), membuat potensi bencana banjir dan tanah longsor menjadi tinggi. Belum lagi gempa yang dipredisksi berpotensi tsunami.

“Berdasarkan kondisi itu, sehingga simulasi berbagai bencana sebagai mana disebutkan itu, perlu dilakukan dan lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Ancaman bagi wilayah Pessel tentu saja cukup mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Pasalnya, sebagaimana ekpos dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Pessel, dan sebagian besar Sumatera Barat, berpotensi terjadi hujan.

“Kondisi hujan diperkirakan masih berlangsung hinggga pukul 18.30 WIB,” ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Budi Iman Samiaji.